PENCARIAN POSISI HUKUM PERS DALAM KONTUR HUKUM NASIONAL
Oleh
PENCARIAN POSISI HUKUM PERS DALAM KONTUR HUKUM NASIONAL
Oleh
KEBEBASAN BERAGAMA DALAM BINGKAI HUKUM
Prof.Dr. Adi Sulistiyono, S.H. ,M.H.
Dosen Fakultas Hukum
Anggota FKUB Kota Solo
Catatan Awal
Kebebasan beragama dalam kacamata Hak Asasi Manusia (HAM) mempunyai posisi yang kompleks[1]. Ia sering dipandang sebagai fasilitator bagi kepentingan proteksi manusia sebagai Homo Sapiens. Ia memungkinkan manusia mengembangkan kepribadian intelektual dan moralnya sendiri, menentukan sikap terhadap kekuatan-kekuatan alam dan supranatural, dan membentuk hubungannya dengan sesama makhluk.
Dalam konfigurasi ketatanegaraan, kebebasan beragama mempunyai posisi yang penting juga. Sejumlah besar kegiatan manusia dilindungi oleh pasal-pasal mengenai kebebasan beragama, kebebasan bereskpresi, dan kebebasan politik. Norma-norma itu berkisar dari doa yang diucapkan dalam kesendirian hingga partisipasi aktif dalam kehidupan politik suatu negara. Menurut Ifdhal Kasim[2] kebebasan beragama muncul sebagai HAM yang paling mendasar dalam instrumen-instrumen politik nasional dan internasional, jauh sebelum berkembangnya pemikiran mengenai perlindungan sistematis untuk hak-hak sipil dan politik. Baca Artikel Selengkapnya »
(KISAH SUKSES MENKES ‘SUPER POWER’ MENGALAHKAN KONSPIRASI JAHAT WHO DAN AMERIKA SERIKAT)
Disampaikan Pada Bedah Buku Nasional
Universitas Sebelas Maret
Tanggal 24 Maret 2008
Oleh :
Prof. Dr. Adi Sulistiyono, SH, MH
Menkes RI memang pantas mendapat gelar kehormatan dari Bangsa Indonesia. Pada era dimana banyak para dokter lebih asyik bekerjasama dengan Perusahaan Farmasi untuk berlomba-lomba mengumpulkan ‘rezeki’, Menteri Kesehatan, DR.Dr. Siti Fadilah Supari, Sp. JP (K), di tengah kegiatannya yang super sibuk masih menyempatkan menulis buku yang mampu ‘membetot’ perhatian kalangan intelektual dunia, membangkitkan semangat nasionalisme para pembaca, dan berhasil membuat WHO dan Amerika Serikat tidak berkutik karena ‘kejahatannya’ terekspose secara luas.
Buku yang disusun berdasar catatan harian Menkes diberi judul “SAATNYA DUNIA BERUBAH: TANGAN TUHAN DI BALIK VIRUS FLU BURUNG”. Dilihat dari tampilan sampulnya sebenarnya bukan tergolong buku yang eye catching. Melihat judul bukunya, masyarakat Indonesia, yang tidak sempat mengikuti hebohnya buku Menkes di internet maupun media massa, melihat buku tersebut mungkin langsung membayangkan penderitaan orang-orang terkena virus flu burung dan kesedihan keluarga yang kehilangan Bapak/Istri/Anaknya.
Pidato Pengukuhan Guru Besar Hukum Ekonomi
Universitas Sebelas Maret
Disampaikan Pada Sidang Senat Terbuka
Universitas Sebelas Maret
Tanggal 17 Nopember 2007
Oleh :
Prof. Dr. Adi Sulistiyono, SH, MH
Yang saya hormati,
Ketua dan Anggota Dewan Penyantun Universitas Sebelas Maret.
Para Pejabat dari Jajaran Pemerintah Kota/Kabupaten.
Para Pejabat Kepolisian, Kejaksaan, Pengadilan, dan Militer.
Para Dekan, Pembantu Dekan di Lingkungan Universitas Sebelas Maret.
Para Kepala Lembaga, UPT di Lingkungan Universitas Sebelas Maret.
Para Ketua/Sekretaris Bagian, Ketua Laboratorium, Ketua Unit, Staf Pengajar, dan Staf Administrasi, serta mahasiswa (S1, S2, dan S3) Fakultas Hukum Universitas Sebelas Maret.
Para Sejawat Dosen, dan Staf Administrasi, dan Mahasiswa di Lingkungan Universitas Sebelas Maret.
Para Tamu Undangan, Sanak keluarga dan Hadirin yang saya hormati pula.
Pertama-tama marilah kita panjatkan puji syukur ke hadirat Allah, SWT, yang telah melimpahkan karunia, kenikmatan, kesehatan dan kelapangan hati kepada kita semua sehingga dapat berkumpul di ruang ini mengikuti acara Sidang Senat Terbuka Universitas Sebelas Maret, dan atas perkenan-Nya pulalah saya mampu berdiri di mimbar ini untuk menyampaikan pidato pengukuhan saya sebagai Guru Besar Hukum Ekonomi di hadapan para hadirin.
Orasi Ilmiah Dalam Rangka Dies Natalis XXIX
Universitas Sebelas Maret
Disampaikan Pada Sidang Senat Terbuka
Universitas Sebelas Maret
Tanggal 12 Maret 2005
Oleh :
Prof. Dr. Adi Sulistiyono, SH, MH
Yth. Bapak Rektor/Ketua Senat UNS, Sekretaris Senat dan Seluruh Anggota Senat Universitas Sebelas Maret
Yth. Para Anggota Dewan Penyantun
Yth. Pejabat Sipil (Walikota atau yang mewakili), Kepolisian, dan Militer.
Yth. Para Tamu Undangan dan Segenap Civitas Akademika Universitas Sebelas Maret yang Berbahagia.
Assalamu’alaikum Wr.Wb.
Puji syukur kita panjatkan ke hadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rezeki, kesehatan, dan kelapangan hati sehingga kita dapat menyelenggarakan dan menghadiri acara Peringatan Dies Natalis ke-29 Universitas Sebelas Maret. Pada kesempatan ini saya mengucapkan terimakasih atas kepercayaan Rektor yang telah menunjuk saya untuk tampil untuk Orasi Ilmiah di depan sidang Senat Terbuka, dan saya atas nama pribadi dan mewakili civitas akademika mengucapkan Selamat Ulang Tahun pada Universitas Sebelas Maret. Semoga di bawah kepemimpinan Prof. Dr. dr. H. Much. Syamsulhadi, Sp.KJ, Universitas Sebelas Maret dapat menjadi perguruan tinggi yang ternama dan berwibawa di Indonesia, sebagai kampus bernaungnya dosen-dosen yang berkualitas dan kredibel, sebagai tempat memproduksi sarjana-sarjana unggulan, dan sebagai wahana yang kondusif bagi karyawan mengembangkan karir.
Selanjutnya perkenankan saya untuk menyampaikan orasi ilmiah dengan judul “Merasionalkan Budaya Musyawarah Untuk Mengembangkan Penggunaan Penyelesaian Sengketa Win-Win Solution”
Baca Artikel Selengkapnya »
Recent Comments